
Almuhajirin.info, Kunciran – Siapapun kita, hampir bisa dipastikan pernah melakukan safar atau bepergian, entah itu dalam jarak dekat maupun jauh. Baik itu melalui jalur darat, laut maupun udara. Ada yang bertujuan untuk mencari nafkah, silaturahim, mencari ilmu dan berbagai tujuan lainnya.
Namun tahukah anda bahwa Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan kepada kita untuk safar atau bepergian itu dilakukan pada malam hari?
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Muhammad SAW bersabda ;“Hendaklah kalian bepergian pada waktu (Duljah) malam, karena seolah-olah bumi itu terlipat pada waktu malam.” (HR. Abu Dawud)
Selain itu, di dalam perjalanan sebaiknya kita perbanyak dzikir kepada Allah SWT dan juga mempersiapkan bekal yang cukup, karena safar itu identik dengan kesusahan (tidak senyaman di saat mukim).
Rasulullah SAW bersabda,
“Bepergian itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.” (HR. Bukhari).
Karena identik dengan kesusahan, musafir mendapatkan rukhshah/keringanan dalam syariat seperti boleh mengqashar dan menjamak shalat serta boleh tidak melakukan puasa wajib Ramadhan dengan mengqadhanya di hari yang lain.
Redaksi
| Luas Area | 1600 m2 |
| Luas Bangunan | 400 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2001 |