
TANGERANG — Situs web resmi Masjid Jami’ Al-Muhajirin sempat mengalami kendala serius akibat peretasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Aksi peretasan tersebut menyebabkan seluruh data yang tersimpan di dalam situs web hilang dan tidak dapat dipulihkan kembali.
Menanggapi insiden tersebut, Sekretaris DKM Masjid Jami’ Al-Muhajirin, Andi Maulana, bergerak cepat bersama seorang jemaah yang memiliki keahlian di bidang IT, Ardi Haris. Keduanya berkolaborasi membangun kembali platform digital masjid tersebut dengan memanfaatkan dokumen backup data internal milik DKM, meskipun tidak seluruh data dapat diselamatkan secara utuh.
Melalui kerja keras tersebut, situs web kini sudah kembali beroperasi dan dapat diakses oleh publik.
“Alhamdulillah, dibantu oleh Mas Ardi, website Almuhajirin bisa kembali aktif menyajikan informasi dan maklumat secara online kepada jama’ah,” ujar Andi Maulana pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Andi dan Ardi Haris berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Mereka juga mengimbau agar oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja merusak fasilitas informasi keagamaan tersebut dapat menghentikan perbuatan tidak terpuji itu.
Redaksi

Leave a Reply