
Almuhajirin.info, Kunciran Indah – Tugas seorang hamba terhadap Allah SWT adalah beribadah kepadaNya. Ketika seorang hamba mau beribadah, maka niscaya dia akan Bahagia di dunia dan akherat.
Namun adakalanya seorang hamba sudah beribadah tetapi dia tidak bahagia bahkan pahala dari ibadah dan amal solehnya menguap tidak berbekas. Mengapa demikian?
Rasulullah Muhammad SAW bersabda ;
سِتَّةُ أَشْيَاءَ تُحْبِطُ الْأَعْمَالَ: الِاشْتِغَالُ بِعُيُوبِ الْخَلْقِ، وَقَسْوَةُ الْقَلْبِ، وَحُبُّ الدُّنْيَا، وَقِلَّةُ الْحَيَاءِ، وَطُولُ الْأَمَلِ، وَظَالِمٌ لَا يَنْتَهِي
“Ada enam perkara yang dapat menghapus (pahala) amal perbuatan, yaitu : Sibuk mencari-cari aib orang lain, keras hati, cinta dunia, sedikit rasa malu, panjang angan-angan dan perbuatan zalim yang tidak ada hentinya.” (HR. ad-Dailami)
Dari hadits ini, kita belajar untuk menjauhi enam perkara yang bisa membatalkan pahala ibadah kita. Pertama, sibuk mencari aib orang lain. Ketika kita sibuk dengan aib saudara kita, padahal diri kita masih dan terlalu banyak kekurangan di sana sini, keadaan demikian mengakibatkan gugur dan hilangnya pahala yang sudah kita kumpulkan dari serangkaian ibadah yang kita tunaikan.
Beruntunglah seseorang yang sibuk dengan aibnya sendiri sehingga dia berusaha memperbaiki kekurangan dirinya :
طُوبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبَهُ عَنْ عُيُوبِ اَلنَّاسِ
“Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan aibnya sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain.” (HR. al-Bazzar)
Dzun Nun pernah berkata :
مَنْ نَظَرَ فِي عُيُوبِ النَّاسِ عَمِيَ عَنْ عُيُوبِ نَفْسِهِ
“Siapa yang membuka mata untuk aibnya orang lain, kemungkinan dia akan menutup mata untuk aibnya sendiri.”
Kedua, hati yang keras. Hati yang keras adalah hati yang tertutup oleh kabut kesombongan, tidak mau menerima kebenaran, sehingga merasa sebagai yang paling benar.
Ketiga, terlalu cinta kepada dunia. Cinta dunia bisa berarti cinta tahta, harta, kedudukan, pujian, dan jabatan.
Keempat, sedikit rasa malu. Rasa malu harus menjadi budaya dalam kehidupan kita. Di masa sekarang, budaya malu telah mengalami pengikisan sampai menjadi tipis setipis kulit ari.
Kelima, panjang angan-angan. Silakan menggantungkan cita-cita setinggi bintang di langit tapi kaki harus tetap berpijak di bumi, berpijak pada realitas. Jika tidak demikian, kita akan menjadi pengkhayal kelas berat, pemimpi di siang bolong, yang hidupnya hanya berisi jikalau, seumpama, andaikata, seandainya dan semisalnya.
Keenam, perbuatan zalim. Zalim memiliki makna kegelapan. Kita terlahir di muka bumi dalam keadaan putih bersih tanpa cacat dan noda. Namun bisa berubah menjadi lusuh dan kotor jika kita berbuat zalim kepada Allah SWT dan zalim kepada sesama.
Inilah enam perkara berbahaya yang bisa menghilangkan kebahagiaan dan membatalkan pahala dari amal soleh yang dilakukan oleh hamba Allah SWT.
| Luas Area | 1600 m2 |
| Luas Bangunan | 400 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2001 |